Selasa, 22 November 2016

Materi E-Marketplace



BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
       Salah  satu  bentuk  modernisasi  yang sedang  berkembang  adalah pemanfaatkan  teknologi  internet  dalam bidang perdagangan (transaksi jual beli), pada  awalnya perdagangan  hanya dilakukan  dengan  model  konvensional dimana  masih  terkendala dengan  batas ruang  dan  waktu,  seiring  dengan meningkatnya  jumlah  pengguna  dan kemudahan  dalam  mengakses  internet, perdagangan  dengan  model konvensional mulai dikembangkan menjadi perdagangan secara elektronik, dimana  penjual  dan  pembeli dapat melakukan transaksi tanpa dibatasi oleh teritori ruang (geografis) maupun waktu (Saeful, Fahmi 2015).  Salah satu teknologi informasi yang berkenaan dengan perdagangan secara elektronik adalah E-Marketplace.
       E-Marketplace merupakan media online berbasis internet (web based) tempat melakukan kegiatan bisnis dan transaksi antara pembeli dan penjual. Pembeli dapat mencari supplier sebanyak mungkin dengan kriteria yang diinginkan, sehingga memperoleh sesuai harga pasar. Sedangkan bagi supplier/penjual dapat mengetahui perusahaan-perusahaan yang membutuhkan produk/jasa mereka. Aktifitas bisnis menjadi lebih efisien dan luas dalam memperkenalkan bisnis/usaha anda ke banyak client secara global tanpa ada batasan jarak dan regional. E-marketplace di harapkan menjadi solusi dalam mengefisienkan kegiatan antara penjual dan pembeli.
      Menurut Bakos (1998), pasar memegang peranan utama dalam perekonomian, memfasilitasi pertukaran informasi, barang, jasa, dan pembayaran. Dalam prosesnya, mereka menciptakan nilai ekonomi untuk pembeli, perantara, dan masyarakat luas. Pada tahun-tahun belakangan ini, pasar terlihat sebagai peningkatan yang dramatis pada penggunaan IT & EC(Turban,2006). EC mempengaruhi IT dengan peningkatan efektivitas dan biaya transaksi dan distribusi yang lebih rendah, yang meningkatkan pasar yang efisiensi yang lama-lama mengalami pergeseran ke bebas.


B. Rumusan Masalah
       Adapun rumusan masalah sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud dengan marketplace?
2. Apa saja komponen E-Marketplace?
3. Apa saja tipe-tipe E-Marketplace?
4. Jelaskan intermediasi dan sindikasi dalam E-bisnis!
5. Jelaskan Pertukaran barang dan negosiasi online!
6. Jelaskan M-Commerce!
7. Jelaskan kompetisi dalam digital economy!
8. Apa saja dampak E-market dalam proses bisnis dan organisasi?
C. Tujuan
       Adapun tujuan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui pengetian E-Marketplace.
2. Untuk mengetahui komponen E-Marketplace.
3. Untuk mengetahui tipe-tipe E-Marketplace.
4. Untuk memahami intermediasi dan sindikasi dalam E-bisnis.
5. Untuk memahami Pertukaran barang dan negosiasi online.
6. Untuk memahami M-Commerce.
7. Untuk memahami kompetisi dalam digital economy.
8. Untuk mengetahui dampak E-market dalam proses bisnis dan organisasi.




Sabtu, 19 November 2016

Biografi Ichwani

Pada tanggal 21 Mei 1995 lahirlah seorang bayi perempuan, inilah saya Ichwani. dan saya adalah putri ke-enam dari pasangan Nasrum dan Hadirah. orang tua saya menikah pada tahun 1984. Pada waktu itu bapak saya hanya seorang petani, dan ibu saya seorang ibu rumah tangga. Tahun 2000 bapak saya melamar kerja sebagai pegawai pengawas pemillihan umum dan pada akhirnya dia terpilih sebagai pengawas Pemilu Kecamatan Bupon Kabupaten Luwu.

Setelah umur saya menginjak 6 tahun saya pun di daftarkan sekolah, di SDN 59 Noling, Kecamatan Bupon Kabupaten Luwu. Selama 6 tahun saya menimba Ilmu Di SDN 59 Noling, setelah saya lulus tepatnya pada tahun 2007 bulan juli, dan saya pun memutuskan untuk lanjut ke jenjang selanjutnya yaitu di MTs Al-Furqan Noling. Tepatnya pada saat itu saya kelas IX, saya dipilih sebagai Ketua Osis, dan disitu saya mulai mengerti rasanya menjadi ketua osis, dan dengan jenjang pendidikan yang semakin tinggi saya pun lebih banyak mendapatka pengalaman, dari mulai berorganisasi sampai saya mengikuta acara-acara kepanitian
Tahun 2010 akhirnya saya lulus dari MTs Al-Furqan Noling, dan sayapun meneruskan pendidikan ke SMAN 01 Unggulan Kamanre di Kecamatan Kamanre Kabupaten Luwu. Pada kelas XI saya mulai aktif mengikuti kegiatan ekskul yaitu merchine band dan kegiatan pramuka.
Tahun 2013 pun saya lulus menjadi alumni SMAN 01 Unggulan Kamanre. Dengan kriteria nilai baik, setelah saya lulus saya pun lanjut kejenjang pendidikan yang lebih tinggi yaitu dunia perkuliahan. Pada awal bulan 6 tahun 2013 saya lulus menjadi mahasiswa di Universitas Cokroaminoto Palopo dan sampai saat ini masih murni menjadi mahasiswa Universitas Cokroaminoto Palopo.

Kamis, 11 Juni 2015

Sistem Berkas Penggabungan Eksternal dengan Keseimbangan P-way


PENGGABUNGAN EKSTERNAL DENGAN KESEIMBANGAN P-WAY

            Karena kendala utama untuk menggunakan pengurutan gabungan sebagai rutin pengurutan eksternal adalah diperlukannya ruitin pengurutan eksternal jumlah besar berkas pada saat awal, maka perlu melakukan modifikasi proses penggabungan untuk membatasi jumlah berkas yang terbuka.
            Berkas asli didekomposisi menjadi beberapa “run” dengan cara melkukan pengurutan internal terhadap sejumlah besar blok rekaman yang dapat dibuat dalam memori utama. “Keseimbangan” dalam nama ini merupakan hasil dari kenyataan bahwa “run” dihasilkan merata pada P buah berkas eksternal. Berkas-berkas tersebut bisa berada secara fisik pada disks dari pada penggunaan pita-magnetik karena disks memiliki akses yang lebih cepat, tidak memerlukan penggulungan-balik (rewinding), dan memungkinkan rekaman dapat di akses secara langsung.
“Run” awal pada masing-masing berkas input P digabung dengan menggunakan pengurutan gabungan. Output gabungan membentuk “run”  yang besarnya dalah P kali ukuran “run” yang asli; “run” yang dihasilkan tersebut secara merata berada pada set kedua berkas output P. Ketika semiua “run” pada berkas P asli telah di proses, maka satu “pass” sudah selesai. Pada “pass” berikutnya, berkas output dari “pass” yang dihasilkan sebelumnya menjadi berkas input yang sebelumnya menjkadi berkas output. “Pass” berikutnya menggabungkan berkas yang dihasilkan dari “pass” pertama membentuk berkas yang memiliki ukuran sebesar P-kali ukuran sebelumnya.
Proses penggabungan terus berjalan membentuk “run” yang lebih besar sampai diperoleh sebuah “run” tunggal, yaitu berkas yang sudah di urutkan. Karena ada berkas masukan Yang terpisah dari berkas output, maka diperlukan berkas sebanyak total 2P. Jika digunakan pita-magnetik, karena di perlukan berkas yang cukup besar, maka dibutuhkan sebanyak 2P penggerak pita-magnetik. Keseimbangan dua arah pengurutan gabungan membutuhkan empat berkas. Jika jumlah penggerak pita-magnetis yang tersedia atau berkas adalah F, berjumlah gasal, maka jumlah berkas masukan berada di antaranya.

Contoh: dengan asumsi  bahwa digunakan berkas disk dengan P = 3, maka data standar dapat di proses, sebagai berikut :

                                    27, 18, 29, 28, 13, 16, 18 and 53
Untuk ilustrasi, dianggap bahwa ukuran “run” awal berjumlah satu, dalam praktik yang sebenarnya, jelas akan terlibat sejumlah besar rekaman, sehingga jumlah “run” juga akan sangat banyak. Rekaman contoh tersebut kemudian didistribusikan sebagaimana diperlihatkan sebagai berikut :




Disk yang menerima hasil penggabunggabungan rekaman dari “pass” pertama,menjadi disk-input untuk “pass” kedua yang akan menghasilkan berkas urut final,sebagai berikut:

            


PEMBAHASAN
            Jumlah “pass” yang diperlukan dalam pengurutan gabungan P-way seimbang menunjukkan indikasi adanya unjuk-kerja yang baik karena semua rekaman diproses setiap “pass” dan waktu input/output yang diperlukan untuk mengakses rekaman pada penyimpanan tambahan mendominasi waktu untuk melakukan operasi. Sementara itu pengurutan gabungan dua-arah yang seimbang membutuhkan “pass” sebanyak :
                                                           

Dengan r adalah jumlah awal “run”. Dengan kata lain, untuk kisaran “run” sejumlah r, membutuhkan “pass” sejumlah k, dengan 2k-1 < r ≤ 2k. Perhatikan bahwa jumlah “pass” adalah sama dengan “pass” yang diperlukan untuk pengurutan gabungan internal jika “run” dianggap sama dengan jumlah berkas awal. Berapa banyak “pass” akan diperlukan jika rekaman standar yang diurutkan dengan algoritma pengurutan gabungan dua-arah yang seimbang dengan “run” awal masing-masing terdiri atas dua rekaman ? karena r akan menjadi lima dalam kasus tersebut, maka tiga “pass” akan diperlukan. 

Minggu, 19 Oktober 2014



MATERI I
Pengantar Basis Data
A.   Pengertian File Tradisional & Basis Data
File Tradisional adalah file yang dimana setiap user mengimplementasikan file yang dibutuhkan untuk aplikasi khusus sebagai bagian dari pemrograman aplikasinya.
Basis data adalah sekumpulan file-file yang mempunyai kaitan antara satu file dengan file yang lain sehingga dapat membentuk suatu bangunan data untuk menginformasikan suatu perusahaan atau instansi dalam batasan tertentu.
B.    Perbedaan File Manajemen Tradisional & File Manajemen Database
File Manajemen Tradisional :
  1. Orientasi program
  2. Sering terjadi kerangkapan data
  3. Kaku
File Manajemen Basis Data :
  1. Orientasi data
  2. Terkontrolnya kerangkapan data
  3. Luwes
Kelemahan File Tradisional :
  1. Timbulnya data rangkap & ketidak konsistenan
  2. Data tidak dapat digunakan bersama-sama
  3. Kesukaran dalam pengaksesan data
  4. Tidak fleksibel
  5. Data tidak standar
Kelemahan Basis Data :
  1. Storage yang digunakan besar
  2. Dibutuhkan tenaga spesialis
  3. Softwarenya mahal
  4. Kerusakan pada system database dapat mempengaruhi departemen lain yang terkait

C.   Konsep Dasar Basis Data
Adalah sekumpulan file yang saling terkait sehingga membentuk sebuah bangunan data untuk memberikan informasi dan merupakan tindak lanjut dari file tradisional.

Istilah-istilah yang ada dalam Basis Data:
1. Entititas adalah orang, tempat, kejadian atau konsep yang informasinya direkam. Pada bidang kesehatan Entity adalah Pasien, Dokter, Kamar.
2.  Field adalah sebutan untuk mewakili suatu entity.
3.  Record adalah kumpulan isi elemen data (atribut) yang saling berhubungan menginformasikan tentang suatu entity secara lengkap.
4.  Data Value adalah data aktual atau infomasi yang disimpan ditiap data elemen. Isi atribut disebut nilai data.
5.  Kunci Elemen Data adalah Tanda pengenal yang secara unik mengidentifikasikan entitas dari suatu kumpulan entitas.

D.   Komponen Basis Data
  • DATA, data tersimpan secara terintegrasi dan dipakai secara bersama-sama
  • HARDWARE, perangkat keras yang digunakan dalam mengelola sistem database
  • SOFTWARE, perangkat lunak perantara antara pemakai dengan data fisik. perangkat lunak dapat berupa data base management system dan berbagai program aplikasi
  • USER, sebagai pemakai sistem
Keuntungan menggunakan Basis Data
  • Mengurangi redundansi : Data yang sama pada beberapa aplikasi cukup disimpan sekali saja
  • Menghindarkan inkonsistensi : Karena redundansi berkurang, sehingga umumnya update hanya sekali saja
  • Terpeliharanya integritas data : Data tersimpan secara akurat
  • Data dapat dipakai bersama-sama : Data yang sama dapat diakses oleh beberapa user pada saat bersamaan
  • Memudahkan penerapan standarisasi : Menyangkut keseragaman penyajian data
  • Jaminan sekuriti : Data hanya dapat diakses oleh yang berhak
  • Menyeimbangkan kebutuhan : Dapat ditentukan prioritas suatu operasi, misalnya antara update (mengubah data) dengan retrieval (menampilkan data) didahulukan update
Kerugian menggunakan Basis Data
  • Mahal
  • Diperlukan hardware tambahan
  • CPU yang lebih besar
  • Terminal yang lebih banyak
  • Alat untuk komunikasi
  • Biaya performance yang lebih besar
  • Listrik
  • Personil yang lebih tinggi klasifikasinya
  • Biaya telekomunikasi yang antar lokasi / kota
  • Kompleks
    Prosedur backup & recovery sulit
Pengguna Basis Data
Pemakai database dibagi atas 3 klasifikasi, yaitusebagai berikut :
  • Database Administrator (DBA) : Orang/team yang bertugas mengelola sistem database secara keseluruhan
  • Programmer : Orang/team yang bertugas membuat program aplikasi yang mengakses database, dengan menggunakan bahasa pemrograman, seperti Clipper, VB, Oracle baik secara batch maupun online untuk berinteraksi dengan komputer
  • End-user : Orang yang mengakses database melalui terminal, dengan menggunakan query-language atau program aplikasi yang dibuatkan oleh programmer
sumber :







MATERI II
SISTEM BASIS DATA
                                http://kardinaoka.files.wordpress.com/2012/02/dbms.png?w=453&h=376
Sistem Basis Data adalah suatu sistem yang menyusun dan mengelola record-record dengan menggunakan komputer untuk menyimpan atau merekam serta memelihara data operasional lengkap sebuah organisasi/perusahaan sehingga mampu menyediakan informasi yang optimal yang diperlukan pemakai untuk proses mengambil keputusan. Salah satu cara menyajikan data untuk mempermudah modifikasi adalah dengan cara pemodelan data. Model yang akan dipergunakan pada pelatihan ini adalah Entity Relationship Model. Model Entity Relationship adalah representasi logika dari data pada suatu organisasi atau area bisnis tertentu dengan menggunakan Entity dan Relationship.
Entity/Entitas
  • Adalah obyek di dunia nyata yang dapat dibedakan dari obyek lain.
  • Entity Set/Kumpulan Entity adalah kumpulan dari entitas sejenis/dalam tipe sama.
  • Entity set dapat berupa: Obyek fisik : rumah, kendaraan, pegawai dan Obyek abstrak : konsep politik, pekerjaan, rencana, dll.
  • Simbol yang digunakan untuk entity adalah persegi panjang
Tipe entitas :
  •  Entitas Kuat yaitu entitas mandiri yang keberadaannya tidak bergantung pada keberadaan entitas lain
  • Entitas Lemah/Weak Entity yaitu entitas yang keberadaannya bergantung pada keberadaan entitas lain.
  • Entitas Assosiatif adalah entitas yang terbentuk dari suatu relasi, bisa terjadi jika : Relasi yang merekatkan dua entitas bersifat banyak ke banyak. Biasanya berasal dari suatu relasi dimana relasi itu memiliki makna mandiri bagi pengguna
Relationship
  • Adalah hubungan antara suatu himpunan entitas dengan himpunan entitas lainnya
  • Simbol yang digunakan adalah bentuk belah ketupat, diamod atau rectangle.
Contoh :
http://kardinaoka.files.wordpress.com/2012/02/basis.jpg?w=500&h=70
Derajat Relationship
Menjelaskan jumlah entity yang terlibat dalam suatu relationship
  • Unary Degree (Derajat satu) –>> hanya satu entity yang terlibat
http://kardinaoka.files.wordpress.com/2012/02/rl.jpg?w=576&h=63
  • Binary Degree (Derajat dua) –>> menghubungkan dua entity
http://kardinaoka.files.wordpress.com/2012/02/dr.png?w=614&h=57




  • Ternary Degree (Derajat tiga) –>> menghubungkan tiga entity
http://kardinaoka.files.wordpress.com/2012/02/tri.png?w=614&h=144


Atribut
Adalah property deskriptif yang dimiliki oleh setiap himpunan entitas
Jenis-jenis atribut :
  •  Atribut key –>> digunakan untuk mengidentifikasi suatu entity secara unik
  • Atribut tunggal –>> memiliki nilai tunggal
  • Atribut multivalue –>> memiliki sekelompok nilai untuk setiap instant entity
  • Atribut composite –>> dapat didekomposisi menjadi beberap atribut lain
  •  Atribut derivative –>> dihasilkan dari atribut yang lain
Key
Adalah sejumlah atribut yang mengidentifikasi record/baris di dalam sebuah relation secara unique.
 Beberapa jenis key:

  •  Super Key adalah sekumpulan atribut yang secara unik mengidentifikasi sebuah record di dalam relasi atau himpunan dari satu atau lebih entitas yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi secara unik sebuah entitas dalam entitas set.
  • Candidate Key adalah atribut-atribut yang menjadi determinan yang dapat dijadikan identitas record pada sebuah relation bisa terdapat satu atau lebih candidate key.
  • Primary key adalah candidate key yang menjadi identitas record karena dapat mengidentifikasi record secara unik
  • Altenate key adalah kandidat key yang tidak dijadikan primary key.
  • Composite key adalah key yang terdiri dari 2 atribut atau lebih.
  • Atribut-atribut tersebut bila berdiri sendiri tidak menjadi identitas record, tetapi bila dirangkaikan menjadi satu kesatuan akan dapat mengidentifikasi secara unik
  • Foreign key adalah non key atribut pada sebuah relation yang juga menjadi key (primary) atribut di relation lainnya. Foreign key biasanya digunakan sebagai penghubung antara record-record dan kedua relation tersebut.
http://kardinaoka.files.wordpress.com/2012/02/key.png?w=350&h=177
Data Base Management System (DBMS)/Sistem Manajemen Basis Data (SMB)
DBMS dapat diartikan sebagai program komputer yang digunakan untuk memasukkan, mengubah, menghapus, memodifikasi dan memperoleh data/informasi dengan praktis dan efisien.
Kelebihan dari DBMS antara lain adalah:

  • Kepraktisan. DBMS juga menyediakan media penyimpan permanen yang berukuran kecil namun banyak menyimpan data jika dibandingkan dengan menggunakan kertas.
  •  Kecepatan. Komputer dapat mencari dan menampilkan informasi yang dibutuhkan dengan cepat.
  • Mengurangi kejemuan. Pekerjaan yang berulang-ulang dapat menimbulkan kebosanan bagi manusia, sedangkan mesin tidak merasakannya.
  •  Update to date. Informasi yang tersedia selalu berubah dan akurat setiap.
Skema dan Instan Basis Data
Skema basis data adalah deskripsi dari basis data yang spesifikasinya ditentukan dalam tahap perancangan namun tidak terlalu diharapkan diubah setiap saat. Penggambaran skema umumnya hanya berisi sebagian dari detail deskripsi basis data.

http://kardinaoka.files.wordpress.com/2012/02/skema1.png?w=614&h=306
Record/tuple adalah sekelompok data yang tersusun dalam satu baris rekaman dan tersimpan dalam basis data disebut dengan instansi (instance) atau kejadian (occurences).









MATERI III
MODEL BASIS DATA

Model Basis Data adalah kumpulan dari konsepsi basis data yang mewakili struktur dan relasi data yang terdapat pada suatu basis data. Esensi sebuah model basisdata adalah tempat dimana data atau suatu metodologi untuk menyimpan data. Kita tidak dapat melihat model basisdata tetapi kita dapat melihat algoritma yang digunakan oleh model basisdata tersebut.

Model-Model Basis Data pada hakekatnya adalah sekumpulan perangkat konseptual untuk menggambarkan data, relasi data, makna (semantik) data, dan batasan data.

Model basis data menyatakan hubungan antar rekaman yang tersimpan dalam basis data.
 
Ada beberapa Jenis Model Basis Data :

1)        Model data File datar ( Flat-file data model )
Data flat file terdiri dari satu atau lebih file yang dapat dibaca, yang secara normal berbentuk format file text.
Informasi pada suatu flat-file disimpan sebagai fields, dengan fields-nya memiliki panjang konstan atau panjang bervariasi yang dipisahkan beberapa karakter (delimeter).

Contoh 1, Flat file Model Data
Model data flat-file dengan panjang fields-nya konstan.
contoh model data flat file | kelemahan model flat file

Penjelasan Contoh 1:
·      Terdapat 3 fields : identifikasi angka, nama dosen, dan nama program studi.
·      Setiap fields memiliki panjang konstan karena field identifikasi angka selalu dimulai pada kolom #1 dan selalu berakhir pada kolom #4, field nama dosen selalu dimulai pada kolom #6 dan selalu berakhir pada kolom #25, dan seterusnya.

Contoh 2, Flat-file Model Data
Model data flat-file dengan panjang fields-nya bervariasi
0123: Mulyono: Progdi TI-S1
1234: Max Tetelepta : Progdi TI-S1
2345: Tyas Catur P.: Progdi TI-S1
3456: Ifan Riska:PS. Progdi TI-S1

Penjelasan Contoh 2 :
·      Model data flat-file dengan panjang fields bervariasi yang dipisahkan dengan delimeter.
·      Untuk setiap fields dipisahkan dengan titik dua. Setiap fields memiliki panjang tidak konstan.
·      Pada saat menggunakan fields separator, seharusnya fields seperatornya bukan merupakan karakter yang terdapat pada data.

Kelemahan model data flat-file:
- Flat-file tidak menggunakan struktur data yang dengan mudah dapat direlasikan
- Sulit untuk mengatur data secara efisien dan menjamin akurasi
- Lokasi fisik fields data dengan file harus diketahui
- Program harus dikembangkan untuk mengatur data

2)       Model data Hirarki ( Hierarchichal data model )
·      Basis data Hirarki satu tingkat di atas basis data flat-file, dalam hal ini kaitanya dengan kemampuan untuk menemukan dan memelihara relasi antar kelompok data .
·      Arsitektur model data hirarki berdasarkan konsep hubungan parent/child.
·      Pada model data hirarki, suatu root table atau parent table berada apa struktur yang paling atas, terhubung ke child table yang dihubungkan dengan data 

Contoh: Hirarki Model Data
contoh model data hirarki

Kelebihan basis data hirarki :
- Data dapat dengan cepat dilakukan retrieve.
- Integritas data mudah dilakukan pengaturan.

Kelemahan basis data hirarki :
- Pengguna harus sangat familiar dengan struktur basis data.
- Terjadi redudansi data.

3)   Model data Jaringan ( Network data model )
·      Model basis data jaringan merupakan perbaikan dari model basis data hirarki, yaitu dengan menambahkan kemampuan root table untuk melakukan share relationships dengan child tables.
·      Dalam hal ini child table dapat memiliki banyak root table dan untuk melakukan akses terhadap child table, tidak dibutuhkan lagi untuk mengakses root table terlebih dahulu.





Contoh 1, Model Data Jaringan
contoh model data jaringan

Contoh 2, Model Data Jaringan
contoh model data jaringan

Kelebihan model data jaringan :
- Data lebih cepat diakses.
- User dapat mengakses data dimulai dari beberapa table.
- Mudah untuk memodelkan basis data yang komplek.
- Mudah untuk membentuk query yang komplek dalam melakukan retrieve data.

Kelemahan basis data jaringan :
- Struktur basis datanya tidak mudah untuk dilakukan modifikasi.
- Perubahan struktur basis data yang telah didefinisikan akan mempengaruhi program aplikasi yang mengakses basis data.
- User harus memahami struktur basis data.

4)       Model data Relasional ( Relational data model )
·         Model basis data relasional merupakan model basis data yang paling populer banyak digunakan sekarang ini.
·         Unit utama yang disimpan pada basis data adalah berbentuk tabel atau kelompok data yang saling berhubungan.
·         Tabel terdiri baris dan kolom, baris adalah merepresentasikan tuple atau record pada tabel, dan kolom merepresentaksikan fields pada tabel.
·         Tabel dapat berhubungan dengan tabel yang lain dengan menggunakan kunci





Contoh : Model Data Relasional
contoh model data relasional
Kelebihan basis data relasional :
- Data sangat cepat diakses.
- Struktur basis data mudah dilakukan perubahan.
- Data direpresentasikan secara logik, user tidak membutuhkan bagaimana data disimpan.
- Mudah untuk membentuk query yang komplek dalam melakukan retrieve data.
- Mudah untuk mengimplementasikan integritas data.
- Datanya lebih akurat.
- Mudah untuk membangun dan memodifikasi program aplikasi.
- Telah dikembangkan Structure Query Language (SQL).

Kelemahan basis data relasional :
- Kelompok informasi/tables yang berbeda harus dilakukan joined untuk melakukan retrieve data.
- User harus familiar dengan relasi antar tabel.
- User harus belajar SQL.

5)      Model Data Keterhubungan antar Entitas ( Entity Relationship data model )
·         Menjelaskan hubungan antar data dalam sistem basis data berdasarkan suatu presepsi bahwa real world terdiri dari obyek-obyek dasar yang mempunyai hubungan relasi antara obyek-obyek tersebut.
·         Relasi antara obyek dilukiskan dengan menggunakan simbol-simbol grafis tertentu.

Contoh : Model Data Keterhubungan antar Entitas
contoh model data entitas


Keuntungan Model Data Keterhubungan antar Entitas :
- Secara konseptual model basisdata ini sederhana.
- Keamanan basisdata lebih baik
- Kebebasan data
- Integritas data dalam satu tree lebih baik
- Basisdata skala besar lebih efisien 

Kerugian Model Data Keterhubungan antar Entitas :
- Sistem lebih rumit
- Kekurangan pada kebebasan struktural 

 6). Model Data Berorientasi Obyek
+ Model basis data berorientasi objek adalah suatu model basis data, dimana data didefinisikan, disimpan, dan diakses menggunakan pemrograman berorientasi objek.
+ Basis data berorientasi objek didefinisikan dengan menggunakan bahasa pemrograman berorientasi objek, yaitu bahasa Java.
+ Aplikasi End user juga di bangun dengan menggunakan bahasa berorientasi objek.
+ Object database management system digunakan untuk membuat link antara basis data dan aplikasi. 
Contoh : Model Data Berorientasi Obyek
contoh model data berorientasi objek 

Kelebihan basis data berorientasi objek : 
- Programmer hanya dibutuhkan memahami konsep berorientasi objek untuk mengkombinasikan konsep berorientasi objek dengan storage basis data relasional
- Objek dapat dilakukan sifat pewarisan dari objek yang lain
- Secara teoritis mudah untuk mengatur objek
- Model data berorientasi objek lebih kompatibel dengan tools pemrograman berorientasi objek. 

Kelemahan basis data berorientasi objek : 
User harus memahami konsep berorientasi objek, karena basis data berorientasi objek tidak dapat bekerja dengan metoda pemrograman tradisional

MATERI IV
Relational Database Model
Terminologi
            Terminologi menjelaskan tentang hubungan logik antara  data dalam basis data dengan cara memvisualisasikannya ke dalam bentuk tabel dua dimensi yang  terdiri dari sejumlah baris dan kolom.    
Sifat yang melekat pada suatu relasi yaitu sebagai berikut :
      Tak ada tupel yang kembar.
      Urutan tupel tidaklah penting (tupel – tupel dapat dipandang dalam sembarang urutan).
      Setiap atribut memiliki nama yang unik
      Semua atribut dalam relasi yang sama memiliki nilai tunggal dan jenis yang sama untuk semua tupel.
Domain
      Himpunan nilai yang berlaku bagi suatu atribut. (nama, tipe, format, panjang dan nilai masing-masing data).
      Contoh:
  1. Atribut kode suku cadang dinyatakan dengan nama KD_SUKU_CD, Tipe alfanumerik, Panjang 5 karakter, Format AA999 (A=huruf), 9=angka).
  2. Atribut agama dinyatakan dengan nama AGAMA, Panjang 1 karakter, dengan kemungkinan nilai berupa I, K, P, H, dan B (masing-masing untuk menyatakan Islam, Katolik, Kristen, Hindu dan Budha). 
Kunci Relasi
      Kunci Kandidat (Candidate Key) adalah kunci yang secara unik (tidak mungkin kembar) dapat dipakai untuk mengidentifikasi suatu baris dalam tabel. Contoh: NIP, NIK, dll.
      Kunci Primer (Primary Key) adalah CK yang dipilih sebagai kunci utama untuk mengidentifikasi suatu baris dalam tabel.  
      Kunci Alternatif (Alternate Key) adalah CK yang tidak bertindak sebagai PK.
      Kunci Tamu (Foreign Key) adalah sembarang atribut yang menunjuk ke PK pada tabel lain.


Contoh:

Integritas entity
      Nilai atribut yang dipilih sebagai PK dalam relasi tidak boleh null.
      Aturan ini menjamin bahwa semua record yang ada dalam basis data akan dapat diakses karena semua record dapat diidentifikasi berdasarkan kunci yang unik.
Integritas Referensial

Komponen Relasi
Relasi/Tabel mempunyai 2 komponen yaitu sebagai berikut :
a. Intention
-          Terdiri dari dua bagian yaitu struktur penamaan (naming structure) dan batasan integritas (integrity constraint).
-          Struktur penamaan menunjukkan nama tabel dan nama atribut yang ada lengkap dengan  batasan nilai dan tipe datanya.
-          Batasan integritas dipengaruhi oleh integritas referensial yang meliputi key constraint dan referensial constraint.
-          Key constraint tidak mengijinkan adanya nilai null pada atribut yang digunakan sebagai PK.
-          Referentil constraint memberikan aturan bahwa nilai-nilai dalam atribut kunci yang digunakan untuk menghubungkan basis data satu ke basis data lain tidak diijinkan memiliki nilai null.
b. Extention
-          Menunjukkan isi dari tabel-tabel yang cenderung berubah sewaktu-waktu.